Papua
Memanggilmu Menjadi Guru
RESURRECTION
EDUCATION FROM THE EAST
Pelaksanaan dan Penutupan Pelatihan & Bimbingan Guru
Kreatif, Sentani - Jayapura, 2-8 April 2017 yang diselenggarakan oleh Yayasan
Putri Kerahiman Papua baru saja usai. Acara dibuka dan ditutup oleh Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sentani. Peserta adalah para guru/staff dan
kepala SMP/A Santo Antonius dari Padua. Selama pelatihan peserta diajak untuk
membedah kurikulum yang dipakai saat ini secara nasional kemudian merancang-bangun
kurikulum secara sistematis, kontekstual dan relevan sesuai situasi sosial,
budaya, ekonomi, dan karaktetistik kearifan lokal, sehingga kompetensi
pembelajaran konkrit dan terukur ketercapaiannya. Selain bedah kurikulum dan
redesign atau rekonstruksi kurikulum, para guru dilatih untuk mengembangkan
kemampuan kritisnya, Mapping kompetensi dalam pembelajaran, unit plan, lesson
plan, pemilihan metode dan strategi pembelajaran, assessment, pemanfaatan
multimedia dalam pembelajaran dan manajemen kelas saat pembelajaran
berlangsung.
Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan
konseptual sistematik dan konseptual terapan sehingga langsung aplikatif.
Fasilitator dalam kegiatan ini adalah Lukas Teguh Jatmiko - Master Trainer
Excellency Educator untuk Mastery Holistic Integrative Education & Learning
dan Praktisi Pendidikan, Prof. Nena Valdez- Praktisi & Ahli pendidikan dan
desain kurikulum dari Filipina, Steven, A.S.W - praktisi pendidikan, dan Tri
Wahyudi - Praktisi IT.
Kegiatan dibuka dan ditutup oleh Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Sentani, Bpk. Gerald - sekretaris depdikbudnas Sentani dan sekaligus
Dewan Pembina Yayasan Putri Kerahiman Papua, Bpk. Kaliktus W. M. Pd. Kepala
Bidang Pembinaan SMP Kab. Sentani. Kegiatan ini juga dihadiri dan didampingi
oleh Pater John Core, OFM selaku Rektor Kolose St. Antonius dari Padua.
Dalam pesan pembuka dan ditegaskan lagi pada saat penutupan
kegiatan, Bpk Kaliktus menekankan pentingnya menonjolkan kekhasan karakteristik
sekolah, sehingga memberikan warna dan kontribusi nyata dalam pengembangan dan
percepatan pendidikan di Tanah Papua.
Desain dan sistematika pelatihan yang mendukung guru menjadi
kreatif ini harus nampak nyata sesudah masa pelatihan sehingga aplikasinya
menginspirasi bagi murid-murid dan sekolah-sekolah yang lainnya. Terkait dengan
penegasan itu, Pater John Core OFM juga menekankan pentingnya belajar sepanjang
hayat bagi setiap guru dan menggali terus inspirasi dari Sang Guru Utama.
Karenanya, Bapak Herald juga menegaskan bahwa yayasan akan terus mendukung
setiap upaya pemberdayaan dan kemajuan guru ke depannya.
Dari perwakilan team, Prof. Nena memberikan apresiasi yang
luar biasa atas segala upaya dan pengorbanan para peserta selama pelatihan
berlangsung; terlebih atas segala pencapaian kualifikasi target-target yang
ditetapkan dalam setiap sesinya. Sebagai pesan penutup, Lukas Teguh Jatmiko
menegaskan kembali pesan William Arthur tentang model guru, yaitu "guru
yang biasa-biasa mengajar, guru yang pintar menjelaskan, guru yang hebat mendemonstrasikan, tetapi guru
yang agung menginspirasi."
Usai penutupan dilanjutkan dengan santap malam bersama.
Rangkaian penutupan ini diliput oleh Papua TV dan media lainnya.
Semoga geliat kebangkitan pendidikan Papua menginspirasi kebangkitan pendidikan Indonesia Timur dalam Indonesia Raya. (Koko Miko).
Semoga geliat kebangkitan pendidikan Papua menginspirasi kebangkitan pendidikan Indonesia Timur dalam Indonesia Raya. (Koko Miko).
****
Ini adalah tulisan refleksi reportase dari “Koko Miko”. Itu
nama face booknya. Salam kenal pak.
Sosok yang membuatku tertarik adalah pater John Kore yang
membagikan tulisan ini. Beliau guru dan pembina yang tegas dalam prinsip, namun
lembut dalam pelaksanaan. Selain itu, bicara tentang SMP Antonius dan Putri
Kerahiman adalah “rumah” dan tempat saya dibentuk pertama kali secara ilmu dan
iman.
Terima kasih untuk orang-orang baik di sana, mereka semua
adalah guruku. Tapak-tapak dan refleksi
dari pak Miko ini saya bagi, agar semakin banyak orang muda Papua yang dioleh
raganya, diolah hatinya dengan iman yang baik, otaknya dibentuk agar menjadi
manusia yang berguna di dua tempat di atas. SMP St Antonius Padua dan putri
Kerahiman.
Ini hanya semangat berbagi. Terima kasih pak Miko, tulisan
yang sangat baik.
*******


0 komentar:
Posting Komentar